Tips Menguasai Dan Menghadapi Listening Test

Tips Menguasai Dan Menghadapi Listening Test


Pada saat kita mempelajari Bahasa Inggris, kita diharuskan mempelajari empat skill yaitu Listening, Speaking, Reading dan Writing.
Keempat skill tersebut dipelajari secara berurutan sebagaimana kita belajar bahasa secara alami saat kita belajar bahasa ibu.


Saat baru lahir kita hanya baru dapat mendengarkan kata-kata yang diucapkan oleh ibu kita, lambat laun pun kita mulai memahami apa yang diucapkan oleh ibu kita, itulah saat dimana kita mulai belajar skill bahasa pertama yaitu listening.

Kemudian seiring waktu berlalu kita mulai belajar mengucapkan dan menirukan kata-kata yang diucapkan ibu kita, mungkin awalnya baru sebatas menirukan, tapi lama kelamaan kita mulai mengucapkan kata-kata sesuai dengan kebutuhan kita. Itulah saat dimana kita mulai belajar keterampilan berbicara / Speaking.

Semakin beranjak dewasa, saat kita sudah dapat menggunakan bahasa sesuai dengan kebutuhan kita, kita menggunakan bahasa tersebut untuk menyampaikan pesan, perasaan, dan kebutuhan kita.

Setelah kita mencapai tahap tersebut baru kita akan mulai belajar keterampilan bahasa selanjutnya yaitu keterampilan membaca / Reading skill.
Kita akan mulai belajar memahami pesan dalam bentuk tulisan, biasanya skill reading mulai dipelajari saat kita sudah mencapai usia sekolah.

Tahap terakhir dalam urutan pembelajaran bahasa adalah belajar keterampilan menulis / Writing skill.
Tahap ini mulai kita pelajari saat kita sudah menguasai tiga skill sebelumnya, karena skill ini tidak hanya sekedar menyampaikan pesan-pesan sederhana kepada orang lain, tapi sudah sampai pada menyampaikan gagasan / isi pikiran kita kepada orang lain.

Setelah menguasai keempat skill tersebut seseorang baru dapat dikatakan telah menguasai suatu bahasa dengan baik.

Dari penjelasan di atas kita dapat memahami bahwa meskipun keterampilan Listening dipelajari pertama kali, dan itu dianggap skill yang paling mudah dalam mempelajari suatu bahasa, akan tetapi kenyataan yang terjadi adalah banyak dari pembelajar bahasa asing justru menganggap skill listening cukup sulit. Hal tersebut juga menjadi sesuatu yang ditakuti saat mengikuti test bahasa seperti TOEFL, Ujian Nasional, TOEIC, dsb.

Hal tersebut terjadi karena kita tidak berada di lingkungan di mana bahasa tersebut dipakai. Sehingga pembelajaran bahasa memang tidak terjadi secara alami dan berurutan sebagaimana kita belajar bahasa ibu.
Pada akhirnya skill listening yang sebenarnya pertama kali dipelajari, dianggap sebagai salah satu skill yang sulit dikuasai. 

DBI | Tips menghadapi listening test


Tips menguasai listening skill


Tidak ada cara khusus untuk mempelajari skill Listening, karena penguasaan skill tersebut sebenarnya terjadi secara alami seiring kita sering mendengar kata-kata yang diucapkan oleh seseorang disekitar kita.

Lalu bagaimana dengan cara mempelajari skill listening sedangkan kita tidak berada di lingkungan di mana Bahasa Inggris itu dipakai sebagai bahasa sehari-hari?
Caranya adalah dengan membiasakan diri mendengarkan berbagai ucapan dalam Bahasa Inggris.

Ada berbagai cara yang dapat kita lakukan, cara-cara sederhana seperti mendengarkan lagu bahasa inggris, menonton film yang menggunakan bahasa inggris, atau bermain game berbahasa inggris.
Itu semua merupkan cara-cara yang dapat kita lakukan supaya kita terbiasa dengan ucapan-ucapan Bahasa Inggris.

Selain cara-cara tersebut, ada salah satu cara yang juga efektif dalam menguasai skill listening, cara tersebut adalah dengan memperbanyak pembendaharaan kosa kata kita.

Semakin banyak kosa kata yang kita ketahui, akan semakin mudah kita dalam memahami sebuah percakapan Bahasa Inggris yang kita dengar, karena dengan mengetahui banyak kosa kata, kita akan lebih banyak mengenali kata-kata apa yang sedang kita dengar.

Ada kalanya ketika kita sudah banyak mengetahui vocabulary / kosa kata kita masih merasa sulit saat memahami percakapan yang kita dengar. Hal tersebut mungkin saja terjadi karena pada dasarnya dalam Bahasa Inggris apa yang ditulis berbeda dengan apa yang dibaca. Selain itu aksen dan dialek juga mempengaruhi tingkat kesulitan dalam memahami percakapan Bahasa Inggris yang kita dengar.

Mendengarkan lagu sambil melihat lirik lagu tersebut, atau menonton film sambil melihat subtitle film tersebut merupakan salah satu cara yang dapat membantu kita untuk lebih mengenali bagaimana suatu kata dilafalkan. Pada akhirnya semakin sering kita melakukan hal tersebut kita secara alami akan secara otomatis mengenali kosa kata yang diucapkan.

Itulah beberapa cara sederhana yang dapat kita lakukan untuk membantu dalam meningkatkan skill listening kita.

Selanjutnya bagaimana dengan tips pada saat kita menghadapi test listening?



Tips menghadapi listening test


Saat mengikuti test, tingkat kesulitan yang kita hadapi pasti akan sangat berbeda dengan saat dimana kita mencoba memahami percakapan sehari-hari.
Faktor-faktor yang menambah kesulitan saat kita mengikuti listening test adalah seperti kualitas suara dari audio, intonansi serta kecepatan percakapan yang mungkin berbeda dengan percakapan yang kita dengar secara langsung dari seseorang.

Terlepas dari itu semua kita dapat mensiasati dalam menghadapi listening test tersebut, beberapa hal yang dapat kita lakukan sebagai salah satu tips dalam menghadapi test listening adalah:

1. Sebelum test dimulai usahakan anda sudah merasa nyaman dan siap menghadapi test tersebut, jauhkan hal-hal yang dapat mengacaukan fokus kita terhadap audio yang diperdengarkan.
Listening test membutuhkan fokus yang baik. Saat fokus kita sudah terganggu kita akan sulit menangkap informasi-informasi penting dari audio yang diperdengarkan.


2. Jangan pernah membaca script soal bersamaan dengan waktu rekaman percakapan diperdengarkan, hal ini akan membuat fokus kita terpecah antara memahami apa yang sedang kita baca atau berusaha menangkap point penting dari apa yang kita dengar.


3. Hal yang sebaiknya kita lakukan adalah melihat sekilas script soal sebelum rekaman percakapan diperdengarkan, kita dapat menggunakan jeda beberapa detik dari rekaman percakapan untuk melihat sekilas script soal tersebut.


4. Kalau test listening yang dihadapi berupa melengkapi sebuah teks, usahakan saat kita melihat script soal, kita juga fokus pada audio yang diperdengarkan sambil mengikuti bagian mana yang sedang berjalan dari audio tersebut.


5. Pahami isi percakapan dengan cara mencari kata kuncinya.
Kata kunci yang mungkin muncul seperti: restaurant, school, office, library, park, shop, airport, station, university, time, place, someoene, dsb.
Kata kunci yang digunakan biasanya berkaitan dengan topik yang sedang dibicarakan. 


6. Usahakan kita mengetahui topik yang sedang dibicarakan dalam rekaman percakapan yang diperdengarkan.


7. Kalau kita sudah dapat mengetahui topik yang sedang dibicarakan, kita dapat mencoba mencari tahu hal yang lebih spesifik lagi yaitu mencari tahu ide utama dari percakapan yang diperdengarkan.


8. Cari tahu juga siapa yang terlibat dalam percakapan tersebut, ada berapa orang dalam perkapan tersebut dan siapa saja nama orang tersebut kalau memang disebutkan namanya.


9. Kapan dan dimana percakapan itu terjadi juga merupakan informasi yang harus kita ketahui, karena hal ini juga sering ditanyakan dalam beberapa test listening.


10. Apabila dalam percakapan disebutkan infromasi berupa angka seperti tanggal, waktu, jumlah dari sesuatu, usahakan kita juga mengingat informasi tersebut, karena itu merupakan salah satu informasi yang mempunyai peluang bersar untuk ditanyakan.


11. Selanjutnya apabila kita terlanjur kehilangan informasi-informasi penting dari percakapan yang diperdengarkan, sehingga kita masih kesulitan dalam menjawab pertanyaanmya, sebaiknya kita tidak terus fokus pada pertanyaan tersebut karena audio yang diperdengarkan mungkin akan terus berlanjut pada nomor soal selanjutnya, sehingga pada akhirnya kita akan kehilangan informasi-informasi lain dari soal berikutnya.


Itulah beberapa tips yang dapat kita lakukan pada saat kita menghadapi listening test.

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »