Perbedaan Dependent Clause dengan Independent Clause

Clause atau dalam Bahasa Indonesia kita juga mengenalnya dengan istilah klausa, adalah satuan gramatikal yang berupa kelompok kata, sekurang-kurangnya terdiri atas subject dan predicate dan berpotensi menjadi kalimat.


Contoh:

He feels (dia merasa).
Dua kata tersebut merupakan sebuah clause karena terdiri dari subject "He" dan predicate "feels".

When he wakes up (saat dia bangun).
Kelompok kata tersebut juga merupakan sebuah clause karena memiliki subject "he" dan predicate "wake up".

Dalam sebuah kalimat yang utuh biasanya terdiri dari beberapa clause.
Ada yang disebut independent clause dan dependent clause.

Perbedaan Dependent Clause dengan Independent Clause


Independent clause

Independent clause atau main clause merupakan sebuah clause yang dapat berdiri sendiri. Yang dimaksud dapat berdiri sendiri dalam hal ini adalah bahwa clause tersebut memiliki makna yang utuh sama halnya seperti sebuah kalimat.

Contoh:

He feels fresh.
(Dia merasa segar)
Subject = He
Predicate = feels

The day is bright. 
(Hari cerah)
Subjcet = The day
Predicate = (to be) is

I will go to college. 
(Aku akan kuliah)
Subject = I
Predicate = will go

They didn't know. 
(Mereka tidak tahu)
Subject = They
Predicate = didn't know

The building moved 3 cm. 
(Bangunannya telah bergerak 3 cm)
Subject = The building
Predicate = moved

Kita bisa lihat dari beberapa contoh di atas semuanya memiliki subject dan predicate, maka semua contoh di atas bisa disebut dengan independent clause.

Independent clause dapat digabungkan dengan independent clause lagi dengan menggunakan kata penghubung (coordinating conjunction) seperti: and, but, for, or, nor, so, yet.

Baca jugaConjunction (Kata Penghubung) dalam Bahasa Inggris

Contoh:

My brother will order the food and I will find a table for us.
(Kakak ku akan memesan makanan dan aku akan mencari meja untuk kita)

They don't have money but they go shopping.
(Mereka tidak punya uang tapi mereka pergi berbelanja)

I go to a clinic for my mom need a medical attention.
(Aku pergi ke sebuah klinik karena ibuku membutuhkan penanganan medis)

She can leave or she can stay.
(Dia bisa pergi atau dia bisa tinggal)

Fani didn't eat her food nor did Lita.
(Fani tidak memakan makanannya tidak juga denga Lita)

He has a lot of money, yet he never eat at restaurant.
(Dia mempunyai banyak uang, namun dia tidak pernah makan di restoran)

I get a highest score so I get a reward.
(Aku mendapatkan skor tertinggi jadi aku mendapatkan hadiah)



Dependent clause

Dependent caluse sering juga disebut dengan subordinate clause. Dependent clause merupakan sebuah clause yang tidak dapat berdiri sendiri. Mengapa demikian? Karena dependent clause tidak memiliki makna yang utuh. Meskipun memiliki subjcet dan predicate.
Dependent caluse biasanya digabungkan dengan independent clause untuk membentuk complex sentence.

Dependent clause biasanya diawali dengan suboridate conjunction seperti:
after, although, as, because, before, even if, even though, if, in order that, once, provided that, rather than, since, so that, than, that, though, unless, until, when, whenever, where, whereas, wherever, whether, while, why, etc.

Atau relative pronouns seperti:
that, which, whichever, who, whoever, whom, whose, whosoever, whomever, etc.

Contoh:

When he wakes up.
(Saat dia terbangun)

When the sun shines.
(Saat matahari bersinar)

After I graduate from high school.
(Setelah aku lulus dari SMA)

If the police spied on them.
(Jika polisi telah memata-matai mereka)

After the earthquake struck last night.
(Setelah gempa bumi melanda tadi malam)

Kita bisa lihat dari beberapa contoh dependent clause di atas, makna dari setiap contoh clause tersebut belum lengkap.
Misal pada contoh yang pertama "when he wakes up". Kita mungkin masih bertanya apa yang terjadi atau ada apa saat dia terbangun?
Seperti itulah sebuah dependent clause, maknanya masih belum sempurna.

Dependent clause bisa jadi merupakan sebuah noun clause, adverbial clause atau adjectival caluse.



Independent clause + dependent clause

Sebuah kalimat bisa jadi merupakan sebuah gabungan antara independent clause dengan dependent clause.
Kalimat yang terdiri dari independent clause dan dependent clause disebut dengan complex sentence. Setelah menjadi complex sentence maknanya akan menjadi lengkap.
Berikut contoh penggabungan antara independent clause dengan dependent clause di atas.

He feels fresh when he wakes up.
(Dia merasa segar saat dia bangun)

The day is bright when the sun shines.
(Hari cerah saat matahari bersinar)

I will go to college after I graduate from high school.
(Aku akan kuliah setelah aku lulus SMA)

They didn't know if the police spied on them.
(Mereka tidak tahu kalau polisi telah memata-matai mereka)

The building moved 3 cm after the earthquake struck last night.
(Bangunannya telah bergerak 3 cm setelah gempa bumi melanda tadi malam)


Itulah penjelasan sederhana tentang perbedaan antara dependent caluse dengan independent clause, mudah-mudahan dapat dipahami.

Baca jugaPenjelasan Compound Sentence Paling Mudah Beserta Contoh Kalimatnya

Share this

Related Posts

Previous
Next Post »